DTC Netconnect logo

Humanoid Robot: Cara Kerja dan Dampaknya di dalam Kebutuhan Infrastruktur Data

Data Center Solution

Nov 13, 2025

Humanoid Robot: Lebih dari Sekedar Bentuk Manusia

Humanoid robot adalah robot yang dirancang meniru bentuk, gerakan, dan, pada tingkatan tertentu, perilaku manusia. Mereka mempunyai kepala, badan, lengan, dan kaki terkadang dengan wajah dan mata yang menyerupai manusia sehingga bisa berinteraksi di lingkungan yang dibuat untuk manusia. Tetapi bentuk saja tidak cukup: yang menentukan kemampuan humanoid adalah gabungan perangkat keras (sensor, aktuator, rangka mekanik) dan perangkat lunak (kontroler, algoritma AI, pemrosesan sensor).

Di level fungsi, humanoid dapat terbagi menjadi dua kategori utama. Pertama, robot otonom penuh yang mampu mengambil keputusan lokal berdasarkan sensor dan model internalnya. Kedua, robot semi-otonom yang sangat bergantung pada pemrosesan jarak jauh misalnya menjalankan model AI besar di pusat komputasi eksternal lalu hanya menerima perintah singkat atau hasil inferensi untuk dieksekusi. Di praktik nyata, banyak aplikasi humanoid memadukan kedua pendekatan ini.


Komponen Kunci dan Alur Kerja Teknis Singkat

Secara teknis, sebuah humanoid terdiri dari lapisan-lapisan yang saling terkait. Di tingkat paling bawah ada aktuator (motor, hidraulik, atau aktuator elektrik) yang menggerakkan sendi. Di atasnya ada sensor kamera, lidar, IMU (inertial measurement unit), mikrofon, sensor sentuh — yang memberi data lingkungan dan status tubuh robot. Data-data ini mengalir ke unit kontrol lokal: microcontroller atau edge computer pada robot yang menangani loop kontrol kelas waktu nyata (mis. menjaga keseimbangan, menanggapi sentuhan).

Untuk fungsi yang lebih "cerdas" seperti memahami percakapan, pengenalan wajah, atau keputusan strategis robot seringkali mengirim data sensor ke server yang mampu menjalankan model AI besar (misalnya model bahasa atau visi komputer berskala besar). Di sinilah infrastruktur komputasi eksternal berperan: data center dan/atau cloud menjalankan inferensi atau pelatihan model, lalu mengirimkan respons kembali ke robot. Karena beberapa model membutuhkan kemampuan komputasi tinggi dan update berkala, ketergantungan ini membuat peran jaringan dan data center menjadi sangat penting.


Mengapa Data Center Penting untuk Humanoid Robot?

Ada beberapa alasan mengapa data center menjadi bagian infrastruktur kritis bagi keberhasilan pengembangan serta operasi humanoid robot:

Pertama, kapasitas komputasi. Model AI modern yang memberi kemampuan percakapan, pemahaman konteks, atau navigasi kompleks memerlukan GPU/TPU berperforma tinggi kapasitas yang tidak dapat disediakan sepenuhnya di dalam tubuh robot karena keterbatasan ukuran, massa, dan konsumsi daya. Data center menyediakan compute skala besar untuk pelatihan model serta inference yang lebih berat.

Kedua, penyimpanan dan manajemen data. Humanoid robot menghasilkan aliran data besar: rekaman video, data lidar, log sensor, dan hasil interaksi. Menyimpan, mengarsip, dan menganalisis data ini untuk perbaikan model (continuous learning) memerlukan penyimpanan terdistribusi dan sistem backup yang andal fungsi klasik data center.

Ketiga, pembaruan model dan orkestrasi. Ketika pengembang memperbarui model AI (mis. perbaikan deteksi objek atau model bahasa), versi model baru perlu didistribusikan aman ke robot di lapangan. Data center berfungsi sebagai gudang model terpusat dan sebagai orchestrator yang mengatur rilis, rollback, dan verifikasi pembaruan.

Keempat, latensi dan ketersediaan. Untuk beberapa aplikasi humanoid yang butuh respons real-time (mis. menjaga keseimbangan, menghindar kecelakaan), proses harus tetap berada di robot (edge). Namun untuk percakapan kompleks atau analisis lingkungan besar, komunikasi ke data center masih bisa dipakai jika latensi jaringan memadai. Inilah alasan mengapa kombinasi edge computing + data center adalah model yang paling efektif: loop kontrol waktu nyata tetap di robot, sementara beban berat ada di data center.


Contoh Kasus Penggunaan: Dari Rumah Sakit ke Pabrik

Bayangkan humanoid di rumah sakit yang membantu merawat pasien. Robot memerlukan pengenalan suara, pemahaman perintah dokter, lalu melaporkan data vital ke sistem rumah sakit. Pengenalan suara bisa dikerjakan di device secara lokal untuk perintah sederhana, tetapi analisis lanjutan (mis. interpretasi data medis, rekomendasi obat) dilaksanakan di data center yang menyimpan model kesehatan berlisensi dan basis data medis.

Di pabrik, humanoid melakukan tugas berulang di area berbahaya. Mereka memproses sensor lokal untuk bergerak, sementara perencanaan jangka panjang, optimasi rute, dan prediksi pemeliharaan berbasis data dilakukan oleh server. Seiring waktu, data pengoperasian dikumpulkan dan dianalisis di data center untuk memperbaiki algoritma gerakan dan mengurangi kegagalan.


Tantangan dan Solusi Arsitektural

Integrasi humanoid dan data center tidak tanpa hambatan. Tantangan utama mencakup jaringan (latensi, bandwidth), keamanan data, kepatuhan privasi, dan skalabilitas infrastruktur. Untuk mengatasinya, arsitektur modern mengadopsi prinsip-prinsip berikut:

  • Pemrosesan terbagi (split processing): loop kontrol real-time di edge; pembelajaran berat dan analitik di data center.

  • Edge caching dan model compact: model terkompresi dipasang di robot untuk tugas umum; model besar tetap di pusat.

  • Jaringan hybrid: gabungan koneksi lokal (Wi-Fi/5G/private 5G) dan backbone fiber untuk ketersediaan.

  • Enkripsi end-to-end dan manajemen kunci pada level data center untuk keamanan dan kepatuhan.


Dampak bagi Pengembang dan Bisnis

Bagi perusahaan yang mengembangkan humanoid, investasi pada integrasi data center adalah investasi strategis. Ketersediaan tombol "deploy model", pipeline CI/CD untuk model AI, dan observabilitas operasional menjadi pembeda utama dalam produk robotik kelas industri. Bisnis yang menggabungkan robotik dengan layanan cloud berlangganan (robot-as-a-service) akan membutuhkan kontrak pusat data matang, SLA latency, dan arsitektur edge untuk memastikan pengalaman pengguna yang andal.


Kesimpulan: Sistem Terpadu antara Robot dan Infrastruktur Data

Humanoid robot adalah gabungan kompleks dari mekanik, elektronik, dan kecerdasan. Tanpa dukungan infrastruktur data yang kuat — penyimpanan, komputasi, orkestrasi, dan jaringan kemampuan humanoid akan terbatas. Data center menjadi tulang punggung yang memungkinkan robot belajar lebih cepat, beroperasi lebih aman, dan menerima pembaruan berkelanjutan. Untuk membangun humanoid yang berguna di dunia nyata, integrasi cermat antara robot dan data center bukan pilihan lagi melainkan kebutuhan.