DTC Netconnect logo

Kenapa Kabel Coaxial Tidak Cocok untuk Jaringan IT dan Data Center?

Local Area Network

Apr 19, 2026

Dalam dunia jaringan IT modern dan data center, pemilihan jenis kabel bukan hanya soal konektivitas, tetapi juga menyangkut kecepatan, skalabilitas, efisiensi biaya, dan keandalan sistem. Salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah: kenapa kabel coaxial yang dulu sempat digunakan dalam jaringan tidak lagi dipakai di data center modern?

Padahal secara teknis, kabel coaxial memiliki keunggulan seperti ketahanan terhadap interferensi dan desain yang stabil. Namun, dalam praktiknya, kabel ini dianggap tidak relevan lagi untuk kebutuhan jaringan IT modern.

Artikel ini akan membahas secara mendalam alasan teknis, historis, dan strategis mengapa kabel coaxial tidak cocok digunakan di jaringan IT dan data center saat ini.

Apa Itu Kabel Coaxial dan Perannya dalam Jaringan

Kabel coaxial adalah jenis kabel yang terdiri dari satu inti konduktor (biasanya tembaga), lapisan isolator, pelindung (shield), dan lapisan luar. Struktur ini dirancang untuk menjaga sinyal tetap stabil dan terlindungi dari gangguan elektromagnetik. 

Pada era awal jaringan komputer, coaxial digunakan dalam standar Ethernet seperti 10BASE5 dan 10BASE2. Namun, teknologi ini mulai ditinggalkan sejak tahun 1990-an ketika kabel twisted pair (UTP) mulai berkembang pesat. 

Saat ini, kabel coaxial lebih banyak digunakan untuk:

  • TV kabel dan broadband internet
  • Sistem antena dan RF
  • Transmisi sinyal video

Bukan untuk jaringan LAN modern atau data center.

1. Keterbatasan Kecepatan (Bandwidth Rendah)

Salah satu alasan utama coaxial tidak cocok untuk jaringan IT adalah keterbatasan kecepatan.

Pada implementasi jaringan LAN klasik, coaxial hanya mampu mencapai sekitar 10 Mbps

Bandingkan dengan:

  • UTP Cat5e: hingga 1 Gbps
  • UTP Cat6/6A: hingga 10 Gbps
  • Fiber optic: hingga ratusan Gbps

Dalam konteks data center modern yang membutuhkan transfer data besar secara real-time (big data, cloud computing, AI), kecepatan 10 Mbps jelas tidak relevan.

➡️ Kesimpulan: Coaxial tidak mampu memenuhi kebutuhan bandwidth tinggi yang menjadi standar industri saat ini.

2. Arsitektur Jaringan yang Tidak Efisien (Shared Medium)

Kabel coaxial menggunakan sistem jaringan bus topology, di mana semua perangkat terhubung dalam satu jalur kabel.

Dampaknya:

  • Jika satu titik bermasalah → seluruh jaringan terganggu
  • Collision data lebih sering terjadi
  • Sulit melakukan troubleshooting

Berbeda dengan UTP yang menggunakan topologi star:

  • Setiap perangkat terhubung ke switch
  • Kerusakan lebih terisolasi
  • Lebih mudah dikelola dan scalable

Dalam data center yang membutuhkan uptime tinggi, model shared seperti coaxial sangat berisiko.

3. Tidak Mendukung Skalabilitas Data Center Modern

Data center modern dirancang untuk:

  • Horizontal scaling (penambahan server cepat)
  • Virtualisasi dan cloud
  • Traffic data yang sangat dinamis

Kabel coaxial tidak fleksibel untuk kebutuhan ini karena:

  • Instalasi tidak modular
  • Penambahan node sulit dilakukan
  • Tidak kompatibel dengan arsitektur jaringan modern

Sebaliknya, kabel UTP dan fiber mendukung:

  • Plug-and-play
  • Modular design
  • High-density cabling

➡️ Inilah alasan kenapa coaxial tidak digunakan dalam hyperscale data center seperti milik AWS, Google, atau Azure.

4. Latency Lebih Tinggi dan Tidak Stabil

Dalam jaringan IT modern, latency adalah faktor kritikal, terutama untuk:

  • Cloud computing
  • Real-time analytics
  • AI processing

Coaxial bekerja dengan sistem single conductor, sehingga:

  • Tidak optimal untuk komunikasi dua arah simultan
  • Tidak efisien dalam handling traffic kompleks

Sedangkan UTP menggunakan multiple twisted pairs, memungkinkan:

  • Full-duplex communication
  • Latency lebih rendah
  • Throughput lebih tinggi

5. Keterbatasan dalam Mendukung Teknologi Modern

Teknologi jaringan saat ini membutuhkan dukungan seperti:

  • Power over Ethernet (PoE)
  • VLAN
  • High-speed switching
  • Software-defined networking (SDN)

Kabel coaxial:

  • Tidak dirancang untuk PoE
  • Tidak optimal untuk protokol Ethernet modern
  • Tidak kompatibel dengan banyak perangkat networking terbaru

Sebaliknya, UTP dan fiber menjadi standar karena dirancang khusus untuk ekosistem Ethernet modern. 

6. Maintenance dan Troubleshooting yang Sulit

Dalam jaringan coaxial:

  • Satu kabel panjang menghubungkan banyak perangkat
  • Kerusakan kecil bisa memutus seluruh jaringan
  • Sulit mendeteksi titik masalah

Bahkan dalam praktik lama, teknisi harus:

  • Mengecek konektor satu per satu
  • Memutus jaringan untuk troubleshooting

Berbeda dengan jaringan modern:

  • Monitoring bisa dilakukan per port
  • Fault isolation lebih cepat
  • Downtime bisa diminimalisir

7. Tidak Efisien untuk Data Center Density Tinggi

Data center modern memiliki:

  • Ribuan server dalam satu ruangan
  • Rack dengan konektivitas sangat padat
  • Kebutuhan cable management yang rapi

Kabel coaxial:

  • Lebih tebal dan kaku
  • Sulit diatur dalam rack
  • Tidak efisien untuk high-density environment

Sebaliknya:

  • UTP lebih fleksibel
  • Fiber lebih kecil dan ringan
  • Lebih mudah dalam manajemen kabel

8. Perkembangan Teknologi Membuat Coaxial Usang

Secara historis, coaxial pernah menjadi standar utama jaringan. Namun, teknologi berkembang:

  • Tahun 1980-an: Coaxial digunakan di Ethernet
  • Tahun 1990-an: Digantikan oleh UTP
  • Tahun 2000+: Fiber menjadi standar backbone

Saat ini, penggunaan coaxial untuk Ethernet bahkan sudah deprecated oleh IEEE

➡️ Artinya: secara industri, coaxial sudah tidak direkomendasikan lagi untuk jaringan data.

9. Use Case Coaxial yang Masih Relevan

Meskipun tidak cocok untuk data center, coaxial masih digunakan untuk:

  • TV kabel dan broadband
  • Sistem CCTV analog
  • RF dan komunikasi radio
  • Internet berbasis DOCSIS

Hal ini karena coaxial unggul dalam:

  • Transmisi sinyal RF
  • Jarak tertentu dengan noise tinggi

Namun bukan untuk jaringan berbasis IP modern.

10. Kenapa Coaxial Lebih Murah?

Salah satu alasan banyak orang masih mempertimbangkan coaxial adalah harga.

Beberapa faktor yang membuatnya lebih murah:

  • Teknologi lama (produksi massal sejak lama)
  • Tidak memerlukan kompleksitas tinggi seperti twisted pair modern
  • Banyak digunakan di industri TV

Namun perlu dipahami:

➡️ Murah di awal ≠ efisien dalam jangka panjang

Karena:

  • Performa rendah
  • Maintenance tinggi
  • Tidak scalable

Dalam dunia data center, Total Cost of Ownership (TCO) jauh lebih penting daripada harga awal.

Kesimpulan

Kabel coaxial memang memiliki sejarah panjang dalam dunia jaringan, tetapi tidak lagi relevan untuk kebutuhan jaringan IT modern dan data center.

Beberapa alasan utamanya adalah:

  • Kecepatan rendah (tidak mendukung high bandwidth)
  • Arsitektur jaringan tidak efisien
  • Tidak scalable
  • Latency lebih tinggi
  • Tidak kompatibel dengan teknologi modern
  • Sulit dalam maintenance
  • Tidak cocok untuk high-density environment

Sebagai gantinya, industri saat ini mengandalkan:

  • UTP (twisted pair) untuk jaringan LAN
  • Fiber optic untuk backbone dan data center

➡️ Dengan kata lain, coaxial bukan “buruk”, tetapi tidak dirancang untuk kebutuhan jaringan modern.


1. Apakah kabel coaxial bisa digunakan untuk jaringan LAN?

Bisa, tetapi sangat terbatas dan tidak direkomendasikan karena kecepatan rendah dan tidak efisien.

2. Kenapa data center tidak menggunakan coaxial?

Karena tidak mampu memenuhi kebutuhan bandwidth tinggi, latency rendah, dan skalabilitas.

3. Apa pengganti kabel coaxial di jaringan modern?

Kabel UTP (Cat5e, Cat6) dan fiber optic.

4. Apakah coaxial masih digunakan saat ini?

Ya, tetapi untuk TV kabel, internet broadband, dan sistem RF, bukan untuk jaringan data center.

5. Mana yang lebih baik: coaxial atau UTP?

Untuk jaringan IT dan data center, UTP jauh lebih unggul dalam kecepatan, fleksibilitas, dan efisiensi.