Perbedaan Metode Direct-to-Chip dan Immersion Cooling pada Data Center
Aug 26, 2025
Pendinginan Server di Era Beban Tinggi
Seiring pertumbuhan beban kerja digital seperti artificial intelligence, analitik big data, hingga cloud computing, data center harus mengelola panas yang semakin besar. Jika pendinginan tidak efektif, server berisiko mengalami overheating, downtime, hingga kerusakan permanen.
Dua teknologi pendinginan cair yang paling banyak dibicarakan saat ini adalah direct-to-chip cooling dan immersion cooling. Keduanya merupakan solusi modern yang jauh lebih efisien dibanding pendinginan udara. Namun, masing-masing memiliki pendekatan, keunggulan, dan tantangan yang berbeda.
Melalui inovasi DTC Smart Liquid Cooling, kedua metode ini menjadi semakin relevan dalam mendukung data center berkelanjutan.
Cara Kerja Direct-to-Chip Cooling
Metode direct-to-chip cooling bekerja dengan cara menempelkan cold plate pada chip prosesor, GPU, atau komponen panas lain. Cairan pendingin dialirkan melalui pipa kecil di dalam cold plate, menyerap panas, lalu mengalirkannya keluar menuju unit pendingin eksternal.
Kelebihan utamanya terletak pada fokus langsung ke sumber panas. Server tetap berada dalam kondisi kering, karena cairan tidak menyentuh komponen secara langsung. Metode ini sangat cocok bagi perusahaan yang ingin meningkatkan efisiensi pendinginan tanpa mengubah desain server secara menyeluruh.
Melalui DTC Smart Liquid Cooling dengan metode direct-to-chip cooling, panas dapat diserap lebih cepat dengan tingkat konsumsi energi yang rendah.
Cara Kerja Immersion Cooling
Berbeda dengan direct-to-chip, immersion cooling melibatkan pencelupan seluruh server ke dalam cairan dielektrik khusus yang tidak menghantarkan listrik. Cairan ini menyelimuti semua komponen, menyerap panas secara menyeluruh, lalu dipompa menuju sistem pendingin untuk didinginkan kembali.
Metode ini dianggap lebih radikal karena benar-benar mengubah cara server dioperasikan. Tidak ada lagi kipas pendingin, aliran udara, atau pendinginan ruangan besar. Semua panas ditangani langsung oleh cairan.
Dengan DTC Smart Liquid Cooling menggunakan metode immersion cooling, data center dapat mengurangi konsumsi energi dalam skala besar sekaligus meningkatkan kepadatan server dalam rak.
Perbedaan Utama Antara Direct-to-Chip dan Immersion Cooling
Meskipun sama-sama berbasis cairan, ada perbedaan mendasar antara kedua teknologi ini:
-
Lingkup Pendinginan
-
Direct-to-chip hanya menargetkan komponen tertentu seperti CPU atau GPU.
-
Immersion cooling mendinginkan seluruh perangkat keras sekaligus.
-
-
Integrasi dengan Server
-
Direct-to-chip membutuhkan pemasangan cold plate, tetapi tetap menjaga server dalam kondisi kering.
-
Immersion cooling menuntut server didesain ulang agar tahan cairan dielektrik.
-
-
Efisiensi Energi
-
Keduanya efisien, tetapi immersion cooling mampu mengurangi konsumsi energi hingga lebih drastis karena tidak lagi bergantung pada pendinginan udara tambahan.
-
Direct-to-chip lebih mudah diterapkan dengan investasi awal lebih rendah.
-
-
Skalabilitas dan Kepadatan
-
Direct-to-chip lebih cocok untuk implementasi bertahap.
-
Immersion cooling memungkinkan densitas server lebih tinggi, cocok untuk pusat data skala besar.
-
Dengan kata lain, DTC Smart Liquid Cooling dengan direct-to-chip lebih ramah untuk adopsi awal, sementara DTC Smart Liquid Cooling dengan immersion cooling menjadi pilihan untuk transformasi penuh menuju green data center.
Tantangan Masing-Masing Metode
Meski menjanjikan, kedua metode ini memiliki tantangan. Direct-to-chip membutuhkan desain pipa dan cold plate yang presisi serta kompatibilitas dengan berbagai server. Sedangkan immersion cooling membutuhkan investasi besar dan adaptasi hardware agar aman beroperasi di dalam cairan.
Namun, perkembangan teknologi dan meningkatnya tuntutan efisiensi energi membuat tantangan tersebut semakin teratasi. DTC Smart Liquid Cooling hadir untuk menjembatani kebutuhan akan pendinginan cair yang lebih mudah diimplementasikan sekaligus lebih hemat energi.
Kesimpulan
Direct-to-chip dan immersion cooling adalah dua inovasi utama dalam evolusi data center modern. Direct-to-chip menawarkan pendinginan langsung pada sumber panas dengan implementasi lebih sederhana, sedangkan immersion cooling memberikan efisiensi menyeluruh dengan skala lebih besar.
Dengan dukungan teknologi seperti DTC Smart Liquid Cooling, kedua metode ini bukan hanya meningkatkan performa server, tetapi juga mendorong data center menuju masa depan yang lebih hijau, efisien, dan berkelanjutan.

