Isu Terkini Regulasi Data Center di Indonesia: Dinamika, Tantangan, dan Arah Penguatan Tata Kelola Digital
Dec 01, 2025
Pertumbuhan ekosistem digital Indonesia dalam satu dekade terakhir telah membuka peluang besar bagi industri data center. Hampir seluruh aktivitas masyarakat kini terhubung dengan layanan digital—mulai dari aplikasi pembayaran, perbankan, pemerintahan, hingga aplikasi hiburan. Peningkatan aktivitas ini mendorong volume data yang terus bertambah, sehingga permintaan terhadap layanan data center meningkat pesat. Kondisi tersebut membangun urgensi baru bagi pemerintah untuk memperkuat regulasi dan memastikan operasional data center berjalan aman, efisien, dan sesuai standar.
Namun seiring berkembangnya kebutuhan dan teknologi, isu regulasi juga semakin kompleks. Pemerintah harus menyeimbangkan antara kebutuhan industri untuk tumbuh dengan cepat dan kewajiban negara untuk melindungi data warganya. Tantangan ini menjadi titik penting dalam perjalanan transformasi digital nasional.
Artikel ini mengupas secara detail isu-isu terkini terkait regulasi data center di Indonesia, arah kebijakan pemerintah, serta bagaimana ekosistem nasional merespons dinamika tersebut.
Kebutuhan Regulasi di Tengah Lonjakan Permintaan Data Center
Indonesia diperkirakan menjadi salah satu pasar data center terbesar di Asia Tenggara. Lonjakan permintaan dipicu oleh dua faktor utama: pertumbuhan populasi digital dan meningkatnya kebutuhan perusahaan dalam memindahkan infrastruktur TI ke cloud. Banyak perusahaan global dan lokal kini berlomba membangun hyperscale data center di kawasan Jabodetabek, Batam, dan beberapa kota besar lainnya.
Namun pertumbuhan pesat ini memunculkan kebutuhan regulasi yang lebih kuat. Tanpa regulasi yang memadai, risiko keamanan data, ketidakseragaman standar operasional, hingga isu lingkungan dapat menghambat laju transformasi digital nasional. Regulasi yang ada saat ini sebenarnya sudah memberikan kerangka dasar, tetapi perkembangan teknologi yang bergerak cepat menuntut aturan yang lebih adaptif.
Salah satu isu besar adalah bagaimana regulasi dapat mengikuti inovasi tanpa menghambat pertumbuhan industri. Pemerintah harus memastikan keberlanjutan bisnis, keamanan data, dan efisiensi operasional dapat berjalan beriringan.
Isu Kedaulatan Data dan Lokasi Penyimpanan
Kedaulatan data menjadi salah satu isu paling penting dalam regulasi data center. Pemerintah ingin memastikan bahwa data strategis, terutama data milik pemerintah, sektor finansial, dan layanan publik, disimpan di wilayah Indonesia. Hal ini bertujuan menjaga data dari risiko akses ilegal oleh pihak asing serta memastikan regulator dapat melakukan pengawasan dengan efektif.
Namun isu ini masih menghadapi beberapa tantangan. Di antaranya adalah kebutuhan infrastruktur dalam negeri yang harus terus ditingkatkan agar dapat memenuhi standar global. Selain itu, banyak perusahaan multinasional memiliki kebijakan internal mengenai distribusi data yang kadang tidak sepenuhnya sejalan dengan kebijakan nasional. Ketegangan antara kebutuhan global dan kepentingan nasional inilah yang membuat isu kedaulatan data tetap menjadi sorotan.
Pemerintah berupaya menyeimbangkan keduanya dengan memberikan opsi mekanisme transfer data lintas negara yang terkontrol, namun tetap mempertahankan prinsip kedaulatan digital.
Standar Keamanan Siber dan Tantangan Implementasi
Isu lain yang mengemuka adalah standar keamanan siber. Dengan meningkatnya jumlah data center, risiko serangan siber juga meningkat. Kebocoran data pribadi, ransomware, hingga serangan pada infrastruktur kritis menjadi ancaman nyata. Pemerintah Indonesia telah menekankan pentingnya standar keamanan melalui UU PDP dan regulasi Kominfo, namun implementasi di lapangan masih membutuhkan pengawasan lebih ketat.
Banyak operator data center yang sudah menerapkan standard internasional seperti ISO 27001 atau TIA-942 Tier Certification. Namun beberapa operator kecil masih kesulitan mengadopsi standar tersebut karena biaya yang tidak sedikit. Di sisi lain, pemerintah juga melihat kebutuhan untuk memiliki standar nasional yang lebih tegas, agar seluruh fasilitas—baik besar maupun kecil—memiliki tingkat keamanan yang seragam.
Penguatan keamanan ini menjadi krusial mengingat data center merupakan bagian dari infrastruktur strategis yang menopang layanan publik dan ekonomi digital Indonesia.
Isu Energi dan Keberlanjutan Operasional Data Center
Operasional data center membutuhkan energi dalam jumlah besar, baik untuk menggerakkan server maupun sistem pendingin. Di tengah meningkatnya kepedulian terhadap lingkungan, konsumsi energi ini menjadi isu penting dalam regulasi. Pemerintah mulai mendorong penggunaan energi terbarukan dan efisiensi operasional sebagai bagian dari standar pembangunan data center modern.
Namun tantangan muncul dari ketersediaan energi ramah lingkungan yang masih terbatas, terutama di daerah di luar Jawa. Operator data center juga harus memikirkan efisiensi cooling system dan optimalisasi consumption rate (PUE — Power Usage Effectiveness). Bila tidak diatur dengan baik, ekspansi data center dapat memberi tekanan besar pada sistem kelistrikan nasional.
Isu energi ini semakin relevan karena Indonesia menargetkan pengurangan emisi karbon. Pemerintah bersama pelaku industri kini mulai menyusun formula regulasi yang menyeimbangkan pertumbuhan industri dengan komitmen keberlanjutan lingkungan.
Pengawasan dan Harmonisasi Regulasi Antar Lembaga
Isu regulasi data center tidak hanya soal isi regulasinya, tetapi juga pengawasannya. Saat ini, pengawasan data center melibatkan berbagai lembaga—seperti Kominfo, BSSN, Kementerian ESDM, dan pemerintah daerah. Kompleksitas ini sering menciptakan tumpang tindih kebijakan atau perbedaan interpretasi regulasi di lapangan.
Isu harmonisasi ini menjadi salah satu tantangan terbesar. Banyak operator data center mengeluhkan perbedaan standar antara pusat dan daerah, terutama dalam hal perizinan pembangunan dan persyaratan teknis. Pemerintah kini sedang mendorong penyederhanaan regulasi melalui program digitalisasi administrasi dan integrasi pengawasan.
Jika harmonisasi berjalan baik, industri data center akan berkembang lebih stabil, transparan, dan efisien.
Perubahan Teknologi yang Lebih Cepat dari Regulasi
Salah satu isu klasik dalam dunia digital adalah perubahan teknologi yang jauh lebih cepat daripada pembuatan regulasi. Teknologi seperti AI, edge computing, dan distributed cloud kini mulai mempengaruhi pola penggunaan data center. Pemerintah harus mampu memperbarui regulasi dengan cepat tanpa mengorbankan kualitas pengawasan.
Saat ini, edge data center yang berukuran lebih kecil dan tersebar menjadi tren baru. Model ini menuntut pendekatan regulasi yang berbeda, terutama terkait lokasi, keamanan fisik, serta kebutuhan sertifikasi. Isu lainnya adalah automasi dan penggunaan robotik pada data center modern, yang juga membutuhkan kerangka hukum tersendiri.
Dinamika ini membuat pemerintah perlu memiliki pendekatan regulasi bersifat adaptif dan berbasis risiko agar tidak tertinggal oleh inovasi teknologi.
Arah Masa Depan Regulasi Data Center di Indonesia
Melihat seluruh isu yang berkembang, arah kebijakan pemerintah tampaknya akan mengarah pada tiga fokus utama: keamanan, keberlanjutan, dan efisiensi. Pemerintah mulai memperkuat kerangka tata kelola data nasional serta menyusun standar yang memberikan ruang inovasi bagi industri sekaligus melindungi data publik.
Ke depan, kita akan melihat lebih banyak regulasi tentang:
-
klasifikasi data strategis dan mekanisme audit;
-
pemanfaatan energi terbarukan untuk kebutuhan data center;
-
standarisasi yang lebih tegas untuk edge dan hyperscale data center;
-
mekanisme transfer data lintas negara yang lebih transparan;
-
dan integrasi sistem pelaporan insiden siber antara operator dan pemerintah.
Dengan fondasi yang tepat, Indonesia dapat menjadi regional hub data center yang kuat di Asia Tenggara.
Isu regulasi data center di Indonesia mencerminkan ketegangan alami antara pertumbuhan pesat industri digital dan kebutuhan negara menjaga keamanan serta keberlanjutan. Pemerintah terus memperkuat kebijakan yang mencakup aspek kedaulatan data, keamanan siber, efisiensi energi, dan harmonisasi regulasi. Sementara itu, operator data center dan pelaku industri harus beradaptasi agar dapat memenuhi standar yang semakin ketat.
Dengan kolaborasi yang baik, Indonesia memiliki peluang besar untuk membangun infrastruktur data center yang tidak hanya kompetitif secara global, tetapi juga aman, efisien, dan mendukung pertumbuhan ekonomi digital nasional.

