DTC Netconnect logo

Desain Rack dan Power High Density: Tulang Punggung Data Center AI Modern

Data Center Solution

Oct 10, 2025

Ketika AI Mengubah Definisi Infrastruktur Data Center

Beberapa tahun lalu, data center hanya perlu menampung server untuk aplikasi, website, dan penyimpanan file. Tapi kini, dengan hadirnya kecerdasan buatan (AI) dan komputasi intensif, lanskapnya berubah total. AI workloads membutuhkan daya komputasi ribuan kali lebih besar dibanding aplikasi biasa — dan dengan itu datanglah tuntutan baru terhadap desain rack, sistem pendinginan, serta distribusi daya.

Di masa lalu, satu rack mungkin menampung server dengan daya 3–5 kilowatt. Namun sekarang, untuk keperluan pelatihan model AI besar (seperti LLM atau sistem rekomendasi canggih), satu rack bisa memakan daya hingga 60–100 kilowatt. Perubahan drastis ini menuntut desain baru yang tidak hanya kuat, tetapi juga cerdas dan efisien.


Desain Rack Cerdas: Lebih dari Sekadar Tempat Server

Bagi banyak orang, rack mungkin tampak seperti sekadar “lemari” logam tempat menyusun server. Tapi di balik tampilannya yang sederhana, rack modern adalah sistem rekayasa kompleks yang dirancang untuk mendukung performa puncak dan stabilitas infrastruktur AI.

Rack generasi terbaru seperti DTC Smart Rack System misalnya, dilengkapi dengan sistem monitoring suhu, manajemen kabel terintegrasi, sensor daya, dan kontrol akses digital. Tujuannya bukan hanya merapikan perangkat keras, tetapi juga memastikan distribusi udara dan energi optimal, serta meminimalkan downtime akibat panas berlebih atau kesalahan teknis.

Selain itu, desain modular memudahkan ekspansi. Data center dapat menambah kapasitas komputasi tanpa harus membangun ulang seluruh infrastruktur. Ini sangat penting dalam lingkungan AI, di mana kebutuhan komputasi bisa meningkat drastis hanya dalam hitungan bulan.


Tantangan Besar: High-Density Power

AI workloads adalah konsumen energi yang rakus. GPU kelas atas seperti NVIDIA H100 atau TPU Google bisa mengonsumsi hingga 700 watt per unit. Jika satu rack menampung puluhan prosesor sejenis, daya yang dibutuhkan menjadi luar biasa besar.

Masalahnya, sistem distribusi daya konvensional tidak lagi cukup. Di sinilah muncul konsep High-Density Power Distribution, yaitu sistem kelistrikan yang mampu menyalurkan energi besar dengan efisiensi tinggi dan stabilitas maksimal.

Salah satu komponennya adalah Power Distribution Unit (PDU) pintar, yang mampu memantau arus listrik, mengatur pembagian beban, dan bahkan melakukan restart otomatis ketika terjadi gangguan. Sistem ini juga bisa diintegrasikan dengan platform monitoring seperti Bisoft DCIM dari DTC Netconnect, sehingga operator dapat melihat konsumsi daya setiap rack secara real time dan mengambil tindakan preventif lebih cepat.


Efisiensi Energi: Kunci Keberlanjutan

Isu keberlanjutan kini menjadi perhatian utama industri data center global. AI yang begitu intensif dalam penggunaan daya berisiko meningkatkan jejak karbon jika tidak diimbangi dengan sistem efisiensi energi yang tepat.

Desain rack dan sistem power modern harus mampu menyalurkan energi tanpa pemborosan, meminimalkan panas, dan mendukung sistem pendinginan cerdas seperti liquid cooling. Bahkan, beberapa data center kini menerapkan closed-loop cooling system, di mana energi panas buangan dari rack diubah menjadi sumber energi kembali untuk sistem lain — misalnya untuk pemanas ruangan atau proses industri.

Efisiensi ini bukan hanya soal tanggung jawab lingkungan, tapi juga soal bisnis. Penghematan energi 10–15% saja dapat menghemat jutaan dolar per tahun bagi operator data center berskala besar. Itulah sebabnya, perusahaan seperti DTC Netconnect terus mengembangkan desain rack dan infrastruktur daya yang lebih adaptif terhadap kebutuhan energi masa depan.


Keamanan dan Stabilitas Operasional

Di tengah beban daya besar dan kompleksitas infrastruktur, keamanan sistem daya menjadi krusial. Satu kesalahan kecil dalam manajemen listrik bisa menyebabkan downtime besar atau kerusakan perangkat bernilai miliaran rupiah.

Untuk itu, data center modern kini mengadopsi sistem redundansi daya, yaitu konfigurasi kelistrikan berlapis (misalnya N+1 atau 2N), yang memastikan server tetap hidup meskipun salah satu jalur daya gagal.

Selain itu, sistem alarm pintar juga terintegrasi dalam setiap rack, mendeteksi lonjakan suhu, arus abnormal, atau getaran fisik yang berpotensi menyebabkan gangguan. Semua data dikumpulkan dan dianalisis melalui DCIM untuk mendukung keputusan otomatis dan cepat ketika anomali terdeteksi.


Evolusi Desain: Dari Rack Konvensional ke Infrastruktur AI-Ready

Tren global menunjukkan bahwa desain data center sedang bergerak menuju AI-ready infrastructure — yaitu sistem yang dibangun secara khusus untuk menangani komputasi intensif, efisiensi energi, dan fleksibilitas jangka panjang.

Desain rack masa depan akan semakin cerdas, dengan integrasi pendinginan cair internal, pengaturan daya berbasis software, dan sistem modular yang dapat dikonfigurasi ulang sesuai beban kerja AI. Bahkan, beberapa inovasi baru sudah mengarah pada rack self-diagnosis, di mana sistem bisa mendiagnosis dirinya sendiri dan memberi notifikasi perawatan sebelum terjadi kerusakan.

DTC Netconnect menjadi salah satu perusahaan yang berada di jalur ini, dengan pengembangan Smart Rack Systemyang sudah mengintegrasikan sensor IoT, manajemen suhu otomatis, dan konektivitas tinggi. Kombinasi ini menjadikannya fondasi ideal bagi perusahaan yang ingin membangun data center dengan performa tinggi, tapi tetap stabil dan hemat energi.


Kolaborasi untuk Masa Depan Infrastruktur AI

Membangun data center AI bukan sekadar urusan teknologi, melainkan hasil kolaborasi lintas bidang: antara penyedia energi, perusahaan jaringan, produsen hardware, dan integrator sistem seperti DTC Netconnect.

Keberhasilan operasional AI tidak hanya bergantung pada kecepatan prosesor atau besarnya data, tetapi juga pada infrastruktur fisik yang menopangnya — mulai dari distribusi daya, sistem pendinginan, hingga tata letak rack yang efisien. Semua elemen ini bekerja bersama untuk menciptakan lingkungan ideal bagi AI berkembang.

Ketika dunia semakin terdorong menuju otomasi, data real-time, dan model AI yang terus berkembang, kebutuhan akan desain rack dan power system yang tangguh akan terus meningkat. Dan hanya perusahaan yang siap dengan fondasi kuatlah yang akan mampu bersaing di masa depan digital yang serba cerdas ini.

AI workloads telah mendefinisikan ulang arti “kekuatan” dalam data center. Bukan lagi sekadar kapasitas penyimpanan atau bandwidth tinggi, tapi juga kemampuan untuk menyalurkan energi besar secara efisien dan stabil.

Melalui inovasi desain rack modern dan sistem high-density power, operator data center kini bisa menghadirkan performa maksimal tanpa mengorbankan efisiensi atau keberlanjutan.

Bagi perusahaan di Indonesia yang ingin menyiapkan infrastruktur AI masa depan, solusi seperti DTC Smart Rack System dan integrasi DCIM seperti Bisoft menjadi langkah strategis. Dengan fondasi ini, bisnis tak hanya siap menghadapi lonjakan kebutuhan AI, tapi juga berkontribusi pada pembangunan ekosistem data center nasional yang tangguh, aman, dan berkelanjutan.