Batu Bara Dipatok USD 70 per Ton: Listrik Tetap Murah, tetapi Energi Terbarukan Sulit Bersaing
Sep 28, 2026
Harga batu bara untuk pembangkit PLN yang dipatok USD 70 per ton menjaga tarif listrik tetap terkendali. Kebijakan itu juga menyamarkan biaya sebenarnya dan menyulitkan energi terbarukan masuk ke jaringan. Pada saat yang sama, PLTU captive yang mendekati 31 GW dan berlakunya EU CBAM membuka risiko aset terlantar. Bagi IT profesional, pemilik data center, ISP, system integrator, dan konsultan data center, isu ini menentukan biaya operasional, kepatuhan emisi, dan lokasi investasi sepuluh tahun ke depan.
Ringkasan Cepat
- Harga DMO batu bara untuk kelistrikan dipatok USD 70 per ton sejak 2018, sedangkan harga dunia pada pertengahan 2026 berada di kisaran USD 120 sampai 140 per ton. KompasPerhapi
- Harga patokan menahan biaya bahan bakar PLN, tetapi membuat listrik batu bara tampak lebih murah daripada biaya riilnya.
- Kapasitas PLTU captive diproyeksikan tumbuh hingga 31 GW, terutama didorong hilirisasi industri. Kontan
- EU CBAM memasuki tahap definitif dengan kewajiban finansial sejak 1 Januari 2026. Akin Gump Strauss Hauer & Feld LLP
Membaca Angka USD 70 sebagai Risiko Infrastruktur Digital
Tujuan bagian ini adalah membaca kebijakan harga batu bara sebagai variabel biaya dan risiko, bukan sekadar isu energi. Data center menuntut daya stabil selama 24 jam. Kapasitas IT data center nasional baru sekitar 580 MW pada 2026, lalu diproyeksikan naik menjadi 3,5 GW pada 2030 dan 25.297 MW pada 2034. PLN melayani 159 pelanggan data center dengan konsumsi energi 2.378 GWh, dan sekitar 99 persen kapasitas tersambung masih terkonsentrasi di sistem Jawa, Madura, dan Bali. PLN Siapkan Listrik 25.297 MW untuk Data Center AI pada 2034 +2
Sistem itu masih bertumpu pada batu bara. Sekitar 59 GW, hampir 60 persen kapasitas pembangkit nasional, masih bergantung pada batu bara. Karena itu, perubahan harga patokan, pasokan, atau regulasi karbon akan sampai ke tagihan listrik, kontrak kolokasi, dan tarif layanan Anda. INAnews
Cara Kerja DMO dan DPO
Domestic Market Obligation (DMO) adalah kewajiban produsen memasok minimal 25 persen produksinya untuk pasar domestik. Domestic Price Obligation (DPO) menetapkan harga khusus untuk kelistrikan. Harga USD 70 per ton itu mengacu pada batu bara berkalori 6.322 GAR. Untuk 2026, PLN membutuhkan 154 juta ton dan sudah mengontrak 134 juta ton, sehingga sekitar 18 sampai 20 juta ton belum terpenuhi. Pada Juni 2026, Menteri ESDM menyatakan DMO tetap dan belum ada keputusan perubahan. Harga DMO Berpotensi Diubah, Solusi Kendala Pasokan Batu Bara untuk Pembangkit? | kumparan.com +3
Masalahnya, harga pasar jauh di atas patokan. Untuk kalori 4.100 sampai 5.300 GAR, HBA Juni 2026 berada di kisaran USD 60 sampai 88 per ton, dan penambang disebut melepas sekitar USD 25 sampai 50 per ton saat menjual ke PLN. IEEFA menghitung selisih DPO USD 70 dengan harga pasar USD 104 per ton pada 2025 menghilangkan potensi royalti negara sebesar USD 1,5 miliar. Tekanan ini secara periodik menekan pasokan domestik, dan pemadaman listrik terjadi di beberapa daerah. Bagi operator data center, tarif yang stabil tidak menjamin keandalan pasokan. Harga DMO Berpotensi Diubah, Solusi Kendala Pasokan Batu Bara untuk Pembangkit? | kumparan.com +3
Listrik Tetap Murah, Energi Terbarukan Tertahan
Ketika harga bahan bakar dipatok, subsidi listrik melekat pada batu bara. Sebuah opini di Katadata menilai kondisi ini menyulitkan sumber terbarukan masuk dan bersaing. Perwakilan PERHAPI menyebut kebijakan ini ibarat subsidi terselubung bagi pembangkit batu bara yang memperlambat energi terbarukan. KatadataINAnews
Data IEEFA menunjukkan keunggulan biaya batu bara menyempit. Biaya pembangkitan batu bara naik dari sekitar Rp637 per kWh pada 2020 menjadi sekitar Rp930 per kWh pada 2025, dan diperkirakan sekitar Rp1.060 per kWh pada 2026. Penyebab batu bara tampak murah adalah kebijakan DMO dan DPO yang menjaga harga domestik di bawah harga pasar. DmlDml
Sementara itu, energi terbarukan baru 15,7 persen bauran listrik pada 2025, dan target 23 persen digeser hingga 2030. Program 100 GWp tenaga surya diluncurkan pada 25 Agustus 2026, dan RUPTL 2025 sampai 2034 menargetkan sekitar 42,6 GW energi terbarukan dan 10,3 GW penyimpanan energi. Bagi Anda, akses ke energi hijau termasuk faktor yang menentukan lokasi pembangunan data center. Indonesia | IEEFA +4
Ekspansi PLTU Captive Sekitar 31 GW
CREA mencatat total kapasitas PLTU captive berpotensi mencapai 31 GW, terdiri atas 19,3 GW beroperasi, 3,6 GW dalam konstruksi, dan 8,16 GW dalam perencanaan. Ekspansi ini diperkuat celah dalam Perpres Nomor 112 Tahun 2022 yang memberi pengecualian bagi PLTU captive terkait proyek strategis nasional. Kapasitas PLTU captive tiga kali lipat sejak 2019, dari 5,5 GW menjadi 16,6 GW pada 2024. IEEFA menilai PLTU captive berpotensi menjadi pendorong utama permintaan batu bara Indonesia di masa depan. Sepanjang 2025 Indonesia Punya 19,3 GW PLTU Captive, Mayoritas dari Industri Nikel +3
Untuk sektor digital, poin pentingnya adalah lokasi. Pengembangan data center mulai merambah Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi. Jika kawasan baru bergantung pada listrik batu bara, emisi Scope 2 Anda tinggi dan sulit diklaim rendah karbon di depan pelanggan korporasi global. Suara
EU CBAM dan Risiko Aset Terlantar
CBAM berlaku untuk enam sektor, yaitu semen, besi dan baja, aluminium, pupuk, listrik, dan hidrogen. Penjualan sertifikat CBAM dimulai 1 Februari 2027, dan penyerahan pertama untuk impor 2026 paling lambat 30 September 2027. CBAM menuntut data emisi tingkat instalasi, bukan rerata sektor. Pada 17 Juli 2026 Komisi Eropa mengusulkan memperlambat penghapusan alokasi gratis EU ETS hingga 2038, tetapi usulan itu belum menjadi hukum. Selain itu, usulan Desember 2025 akan memperluas CBAM ke 180 produk turunan baja dan aluminium. EU CBAM guide: Carbon Border Adjustment Mechanism rules, costs, and deadlines +4
Di sinilah aset terlantar menjadi ancaman. Smelter yang ditenagai PLTU captive menghasilkan produk berjejak karbon tinggi untuk pasar yang makin menagih biayanya. Contohnya, smelter aluminium Adaro akan hadir dengan fasilitas captive yang menambah kapasitas listrik batu bara. Padahal usia pembangkit bisa mencapai 20 tahun, sehingga nilai aset dapat merosot sebelum modalnya kembali. Risiko ini dapat merambat ke penyedia infrastruktur TI, karena pelanggan industri yang kalah bersaing akan menunda ekspansi konektivitas dan kolokasi. IEEFAINAnews
Langkah Praktis Berdasarkan Peran
- IT profesional dan pemilik data center. Susun model biaya listrik dengan tiga skenario: DMO tetap, DMO naik, dan pasokan terganggu. Analis menyebut kenaikan DMO dari USD 70 ke USD 80 sampai 90 akan mengurangi beban penambang tetapi menaikkan tagihan batu bara PLN. Kejar kontrak energi terbarukan bersertifikat dan pertimbangkan tenaga surya atap dengan baterai. Kumparan
- ISP. Audit konsumsi listrik menara dan titik kehadiran di luar Jawa. IEEFA menilai PLTS skala utilitas dengan BESS sudah dapat bersaing, bahkan lebih murah daripada pembangkit diesel. Hitung ulang lokasi terpencil yang masih bergantung pada genset. Dml
- System integrator. Tawarkan pemantauan energi, pengukuran PUE, dan pelaporan emisi Scope 2 yang dapat diaudit. Pelanggan industri berorientasi ekspor membutuhkan data emisi tingkat instalasi untuk CBAM.
- Konsultan data center. Masukkan risiko regulasi karbon dan pasokan dalam kajian kelayakan lokasi. PLN membutuhkan tiga sampai lima tahun untuk membangun 1 GW, sedangkan PLN mendorong koordinasi sejak tahap awal pengembangan data center. Ajukan kebutuhan daya sedini mungkin. KatadataInsiderindonesia
- Semua peran. Pantau keputusan revisi DMO dari Kementerian ESDM dan siapkan klausul penerusan biaya energi dalam kontrak pelanggan. Pastikan SLA memuat cadangan genset dan bahan bakar untuk skenario gangguan pasokan.
Hasil yang Bisa Diharapkan
Jika langkah tersebut dijalankan, Anda memperoleh tiga hasil. Pertama, estimasi biaya listrik lima sampai sepuluh tahun yang tahan terhadap perubahan harga patokan. Kedua, portofolio pasokan yang lebih hijau dan siap diaudit saat pelanggan menanyakan emisi. Ketiga, keputusan lokasi yang lebih aman dari risiko aset terlantar. Tanpa persiapan, kenaikan harga patokan, gangguan pasokan, dan biaya karbon bisa datang bersamaan.
Tanya Jawab Singkat
Apakah harga batu bara USD 70 per ton akan naik?
Pada Juni 2026, pemerintah menyatakan masih mengkaji dan belum memutuskan. Pantau pernyataan resmi Kementerian ESDM untuk perkembangan terbaru.
Apakah EU CBAM berlaku langsung bagi data center?
Tidak. CBAM berlaku bagi importir di Uni Eropa, tetapi produsen di luar Uni Eropa harus menyediakan data karbon produk. Pelanggan industri Anda yang mengekspor produk tercakup mungkin terdampak. One Click LCA
Apakah energi terbarukan sudah lebih murah dari batu bara?
IEEFA menilai keunggulan biaya batu bara menyusut, tetapi harga patokan DMO dan DPO masih menjaga listrik batu bara tampak murah di jaringan PLN.
Kesimpulan
Harga batu bara USD 70 per ton menjaga tarif listrik, tetapi ada biayanya: pasokan yang rawan, penerimaan negara yang hilang, dan energi terbarukan yang sulit bersaing. Ekspansi PLTU captive dan EU CBAM menambah risiko aset terlantar. Pelaku data center, ISP, system integrator, dan konsultan sebaiknya memasukkan tiga variabel ke perencanaan mereka: harga patokan, keandalan pasokan, dan biaya karbon.
Sumber
- cnbcindonesia.com, "Harga Patokan DMO Batu Bara US$70/Ton Bakal Diubah? Ini Kata ESDM"
- money.kompas.com, "Harga DMO Batu Bara Berpotensi Naik, Pemerintah Cari Titik Tengah untuk PLN dan Tambang"
- kumparan.com, "Harga DMO Berpotensi Diubah, Solusi Kendala Pasokan Batu Bara untuk Pembangkit?"
- prokalteng.jawapos.com, "Pasokan Batu Bara PLN Terganggu, Kebijakan DMO dan DPO Jadi Sorotan"
- perhapi.or.id, artikel tentang pelaksanaan DMO dan pasokan batu bara pembangkit
- katadata.co.id, opini "DMO Batu Bara Rapuh, Bea Keluar Lebih Rasional"
- inanews.co.id, "Harga DMO Batu Bara tak Berubah 10 Tahun Hambat Transisi Energi"
- dml.or.id, "IEEFA: Batu Bara Tak Lagi Jadi Sumber Listrik Termurah di Indonesia"
- bloombergtechnoz.com, "Batu Bara Tak Lagi Energi Termurah, Transisi ke PLTS Dicap Urgen"
- industri.kontan.co.id, "Sepanjang 2025 Indonesia Punya 19,3 GW PLTU Captive, Mayoritas dari Industri Nikel"
- kompas.id, "Dekarbonisasi PLTU Captive Terbentur Pragmatisme Ekonomi dan Celah Regulasi"
- ieefa.org, "Indonesia's planned coal capacity expansion for captive plants hampers decarbonization progress"
- ieefa.org, halaman profil Indonesia (bauran energi terbarukan 2025)
- betahita.id, "Indonesia di Persimpangan Krisis Transisi Energi"
- akingump.com, "EU Carbon Border Adjustment Mechanism: Financial Obligations Commence Amid Proposed Scope Expansion to Include New Downstream Products"
- oneclicklca.com, "EU CBAM guide: Carbon Border Adjustment Mechanism rules, costs, and deadlines"
- ifactoryapp.com, "EU CBAM Compliance Guide for Steel Exporters: 2026 Definitive Period"
- katadata.co.id, liputan Katadata SAFE 2026 tentang lonjakan kebutuhan listrik pusat data
- insiderindonesia.com, "PLN Siapkan Listrik 25.297 MW untuk Data Center AI pada 2034"
- inilah.com, "PLN Perkuat Infrastruktur Kelistrikan Siap Topang Ledakan Data Center"
- suara.com, "PLN Perkuat Infrastruktur Kelistrikan untuk Dukung Pertumbuhan Data Center di Indonesia"

