DTC Netconnect logo

10 Top Humanoid Robots Tahun 2025: Teknologi, Peran, dan Perkembangan Terbaru

Data Center Solution

Nov 17, 2025

 

Tahun 2025 menjadi titik penting bagi robotika humanoid: sejumlah perusahaan besar dan startup berhasil memajukan prototipe menjadi platform yang diuji di dunia nyata. Ada beberapa jenis humanoid yang menonjol — yang fokus pada mobilitas ekstrem (parkour, navigasi medan sulit), yang dirancang untuk tugas industri/logistik, dan yang fokus interaksi sosial atau pelayanan. Di bawah ini ringkasan 10 humanoid paling berpengaruh di 2025, disusun berdasarkan kombinasi kapabilitas teknis, kemajuan komersial, dan signifikansi industri.


1) Atlas — Boston Dynamics

Atlas tetap menjadi ikon humanoid untuk kemampuan mobilitas dan dinamika tubuh. Versi terbaru menampilkan lompatan kemampuan keseimbangan, lari, dan gerakan akrobatik yang dihasilkan dari kombinasi desain mekanik dan kontrol berbasiskan learning (reinforcement learning). Atlas sering dipakai sebagai platform riset untuk menantang batas kemampuan robotik tradisional — misalnya manuver di medan tak rata dan tugas manipulasi yang memerlukan koordinasi seluruh tubuh. Boston Dynamics


2) Optimus (Tesla) — Tesla

Optimus, atau Tesla Bot, adalah upaya Tesla memasukkan ekosistem AI dan manufaktur mereka ke bentuk fisik yang bisa bekerja di pabrik, pergudangan, dan akhirnya dalam skala massal. Roadmap Tesla menyasar produksi skala besar, dan sepanjang 2024–2025 Optimus mendapat banyak perhatian media dan investor karena janji automasi tenaga kerja industri. Perkembangannya sering menjadi berita karena dampak potensialnya terhadap ekonomi manufaktur. Reuters+1


3) Figure 02 / Figure series — Figure AI

Figure (Figure AI) muncul cepat sebagai pemain serius untuk humanoid industri. Perangkat generasi baru (Figure 02 dan roadmap Helix) dirancang dengan fokus manufaktur massal, kemampuan manipulasi tangan yang semakin presisi, dan integrasi model bahasa/visio-linguistik untuk membuat robot lebih “paham” tugas di lapangan. Figure juga mengumumkan fasilitas produksi tinggi (BotQ) untuk skala produksi. Karena kombinasi perangkat keras + model AI, Figure menjadi kandidat kuat untuk tugas pabrik dan logistik. FigureAI+1


4) Digit — Agility Robotics

Digit bereputasi sebagai humanoid praktis yang dirancang untuk otomatisasi logistik dan pemindahan barang. Berbeda dengan humanoid all-purpose, Digit fokus pada tugas bergerak dan menangani beban ringan hingga sedang di lingkungan pergudangan. Sejak 2024–2025 Digit mulai masuk uji coba komersial di gudang–gudang tertentu dan menarik perhatian karena kesiapan implementasi riil. agilityrobotics.com+1


5) Apollo — Apptronik

Apollo oleh Apptronik menonjol sebagai humanoid industri yang dipamerkan di CES dan mendapat kontrak uji coba di lini produksi. Desainnya menitikberatkan keselamatan kerja, skalabilitas manufaktur, dan kemampuan untuk beroperasi di fasilitas yang dirancang untuk manusia. Apptronik memposisikan Apollo untuk tugas pabrik yang membutuhkan kombinasi kekuatan, ketepatan, dan keamanan interaksi dengan manusia. apptronik.com+1


6) Ameca — Engineered Arts

Ameca adalah salah satu humanoid sosial paling ekspresif di pasaran. Dibangun untuk demonstrasi interaksi manusia–mesin, Ameca menonjol karena ekspresi wajah yang alami, respons percakapan, dan kemampuan presentasi yang memudahkan pengujian interaksi manusia–robot. Engineered Arts memfokuskan Ameca pada peran entertain, resepsionis, dan riset HRI (human–robot interaction). Engineered Arts+1


7) Sophia — Hanson Robotics

Sophia tetap menjadi wajah publik robot humanoid yang paling dikenal. Meskipun Sophia lebih berfokus pada aspek sosial dan PR (public relations), platform ini juga menjadi sarana eksperimen AI percakapan dan etika robotika. Pada 2025, Sophia masih sering tampil di acara internasional dan terus dikembangkan untuk interaksi berbasis bahasa alami. Hanson Robotics


8) Grace — Hanson Robotics (healthcare prototype)

Grace dikembangkan oleh tim Hanson Robotics sebagai humanoid untuk bidang kesehatan: mendampingi pasien, membantu telemedicine, dan interaksi empatik. Prototipe ini menonjol karena rancangan untuk konteks medis (mis. komunikasi pasien lanjut usia) dan pendekatan yang menggabungkan hardware humanoid dengan solusi data/AI untuk domain kesehatan. Reuters+1


9) T-HR3 — Toyota

T-HR3 adalah hasil riset Toyota pada robot rekan/partner: robot yang bisa dikendalikan jarak jauh dan bekerja aman di ruang manusia. Toyota menyempurnakan kemampuan kendali torsi, feedback haptik, dan stabilitas gerakan untuk aplikasi dukungan manusia—termasuk riset untuk misi luar angkasa. T-HR3 tetap relevan untuk aplikasi yang memerlukan kendali presisi dan keselamatan interaksi manusia–robot. トヨタ自動車株式会社 公式企業サイト+1


10) HRP-5P — AIST (Japan)

HRP-5P adalah contoh humanoid industri yang dirancang untuk konstruksi dan tugas fisik berat: memindahkan papan, menggunakan alat, dan bekerja di lingkungan kasar. AIST mengembangkan robot ini sebagai platform R&D untuk mengatasi kekurangan tenaga kerja di sektor konstruksi dan meningkatkan keselamatan manusia. HRP-5P menggambarkan tren humanoid yang bukan hanya “cantik” tetapi berguna di lapangan. Robots Guide+1


Mengapa daftar ini penting — tren utama di balik 10 robot teratas

Melihat kesepuluh mesin di atas, beberapa pola jelas muncul. Pertama, ada segmentasi fungsi: beberapa humanoid fokus pada mobilitas ekstrem (Atlas), beberapa fokus pada tugas industri/logistik (Figure, Apptronik, Digit), dan beberapa pada interaksi sosial atau layanan (Sophia, Ameca, Grace). Kedua, era 2024–2025 menunjukkan pergeseran dari demo laboratorium ke uji coba lapangan dan kerja komersial terbatas — contohnya Digit dan beberapa unit Figure/Apptronik diuji di gudang dan pabrik. Ketiga, komponen kunci agar humanoid berfungsi di dunia nyata bukan hanya badannya—melainkan ekosistem komputasi dan data: model AI besar, pusat pelatihan (data center/GPU farms), edge compute, serta jaringan low-latency untuk koordinasi dan pembaruan model. Business Insider+1


Peran data center dan infrastruktur digital

Humanoid modern semakin mengandalkan “otak eksternal”: model besar yang dilatih di GPU cluster, pipeline data untuk continuous learning, dan repositori model yang dikelola di data center. Untuk robot yang berinteraksi dengan manusia (lengkap dengan pengenalan wajah, pemahaman bahasa, dan etika tindakan), pembaruan model berkala dan analisis data operasional adalah keharusan. Oleh sebab itu, negara dan perusahaan yang ingin memanfaatkan humanoid secara luas perlu menyiapkan infrastruktur data center, konektivitas 5G/privat, dan kebijakan data-residency yang jelas. Tanpa itu, adopsi skala besar akan terhambat. Boston Dynamics+1


Catatan soal harapan vs realita

Meskipun kemajuan signifikan, masih penting membaca hype dengan hati-hati. Banyak prototype hebat, tetapi deployment skala besar masih menghadapi tantangan: biaya produksi, keselamatan kerja, dexterity tangan untuk tugas halus, dan regulasi. Beberapa perusahaan menargetkan produksi massal (mis. Figure, Tesla), namun transisi dari ratusan prototipe ke puluhan ribu unit memerlukan waktu, supply chain kuat, dan ekosistem servis (pemeliharaan, asuransi, pelatihan pengguna). Wikipedia+1


Kesimpulan: apa yang bisa kita harapkan 5 tahun ke depan?

Dalam jangka menengah, wajar mengharapkan humanoid menjadi pemain nyata di sektor-sektor tertentu: pergudangan, manufaktur ringan, inspeksi berbahaya, dan layanan hospitality/retail tertentu. Humanoid sosial dan kesehatan akan terus berkembang, namun adopsi massal pada sektor publik bergantung pada biaya, regulasi, dan kepercayaan publik. Kunci sukses bukan hanya robot itu sendiri, tetapi integrasi kuat antara robot, AI, jaringan, dan data center. Negara serta perusahaan yang berinvestasi pada ekosistem ini—termaksud infrastruktur data dan SDM—akan mendapat keuntungan paling besar saat humanoid memasuki fase komersial yang lebih matang.